Kesulitan Belajar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Disadari bahwa banyak persoalan anak yang di alami siswa sekolah dasar dalam belajar. Ter...

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Disadari bahwa banyak persoalan anak yang di alami siswa sekolah dasar dalam belajar. Terjadi pada mereka yang memiliki kecerdasan rata-rata dan bahkan di atas rata-rata. Berkenaan dengan hal tersebut, maka hal yang sangat penting adalah memahami konsep kesulitan belajar (learning disabilities), sehingga kita dapat menemukan siswa yang termasuk kategori kesulitan belajar, berikutnya bagaimana melakukan adaptasi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan khususnya sehingga potensi anak berkesulitan belajar dapat berkembang secara optimal.

Learning disabilities merupakan keadaan yang menggambarkan suatu kondisi yang dapat mengganggu seseorang dalam belajar. Dalam Psikologi istilah Learning disabilities ini biasa disingkat dengan LD.

Siswa yang mengalami hambatan ini biasanya tidak memiliki masalah dengan inteligensinya, ada yang mendekati rata-rata, rata-rata, atau diatas rata-rata. Namun pengaruh dari keadaan ini yang akan menyebabkan menurunnya kemampuan dan prestasi yang tidak menonjol pada siswa. Sayangnya, keadaan ini sulit diketahui baik oleh orang tua, dan guru. Keadaan ini biasanya baru disadari ketika prestasi anak menurun, tidak semangat dalam belajar, bahkan tidak naik kelas. Sehingga tidak jarang pula guru atau orangtua menilai anak sebagai anak yang malas, nakal, atau underachiever.

Melihat faktor yang memicu timbulnya kesulitan belajar ini, bukanlah faktor eksternal seperti kurangnya fasilitas belajar, atau faktor ekonomi yang menyebabkan anak tidak sekolah dan menjadi kesulitan belajar. Anak yang mengalami kesulitan belajar disini yang menjadi sasaran yaitu dipicu oleh faktor internal, yaitu adanya gangguan dalam segi persepsi dan sensorinya. Misalkan anak mengalami hambatan membaca (dyslexia), hambatan menulis (dysgraphia), hambatan berhitung (dyscalculia).

Diduga kuat bahwa pemahaman guru sekolah dasar terhadap karakteristik anak berkesulitan belajar kelompok learning disability (LD) masih sangat rendah. Akibatnya, mereka belum mendapatkan layanan bimbingan yang tepat sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya. Mengingat bahwa kurikulum yang berlaku saat ini khususnya Sekolah Dasar (SD) belum dapat menjangkau siswa berkebutuhan khusus ini. Apalagi guru-guru SD belum dipersiapkan untuk membantu anak berkesulitan belajar ini.

Dalam kaitannya dengan sistem pendidikan di sekolah dasar, guru merupakan ujung tombak dalam membantu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi para siswanya, termasuk permasalahan yang dihadapi anak LD yang memiliki kemampuan intelegensi di atas rata-rata. Berdasarkan permasalahan tersebut tampaknya diperlukan suatu model alternatif bimbingan yang dipandang efektif dan efisien dalam membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi mereka, baik masalah akademik maupun non akademis.

Berdasarkan permasalahan diatas, penulis mencoba mengangkat kasus ini. Diaharapkan dapat memberikan pemahaman yang pasti mengenai kesulitan belajar sebagai satu bentuk gangguan yang terpisah dari berbagai bentuk gangguan lainnya. Selain itu, laporan ini juga menjadi salah satu bentuk gambaran dari hasil identifikasi kasus apakah anak yang penulis observasi adalah anak berkesulitan belajar atau termasuk dalam karakteristik lainnya.

B. Rumusan Masalah

· Apakah anak yang diobservasi adalah anak berkesulitan belajar?

· Bagaimana cara mengetahui karakteristik berkesulitan belajar pada anak?

· Apa rekomendasi yang bisa diajukan?

C. Tujuan Penulisan

· Mengetahui apakah anak yang diobservasi adalah anak berkesulitan belajar atau bukan.

· Mengetahui karakteristik berkesulitan belajar pada anak.

· Mengajukan rekomendasi yang tepat untuk orangtuadan guru.

D. Manfaat Penulisan

· Menambah wawasan tentang apa, siapa, mengapa, dan bagaimana melakukan adaptasi pembelajaran pada anak berkesulitan belajar.

· Memahami karakteristik anak berkesulitan belajar.

· Memberikan informasi dan masukan kepada orangtua dan guru,tentang bagaimana pembelajaran yang tepat bagi anak berkesulitan belajar.

E. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan laporan hasil observasi ini antara lain :

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penulisan

Manfaat Penulisan

Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

Permasalahan Kasus

Pengertian Berkesulitan Belajar

Klasifikasi Anak Berkesulitan Belajar

Identifikasi Kasus

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Rekomendasi


download selengkapnya di :

http://www.ziddu.com/download/11234690/KESULITANBELAJAR.rar.html

COMMENTS

Nama

autism just for fun pendidikan pendidikan khusus pengetahuan permainan
false
ltr
item
CACING CAWU: Kesulitan Belajar
Kesulitan Belajar
CACING CAWU
http://www.dirhamandipurnama.id/2010/06/kesulitan-belajar.html
http://www.dirhamandipurnama.id/
http://www.dirhamandipurnama.id/
http://www.dirhamandipurnama.id/2010/06/kesulitan-belajar.html
true
498171477731281145
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy